Thursday, 17 January 2013

Who Are You?

Hari ini, Selasa 15 Januari 2013 . 
Aku ke smada bersama sahabatku lusi. Sekolahku. SMA ku yang penuh kenangan.
 
Hay smada apa kabar? :)
Tak ada niatan apapun. Aku menginjakkan kaki disini hanya untuk mengajukan proposal. Namun, Tuhan berencana lain. Ia selalu menitipkan sebuah pengalaman yang dapat kita ambil hikmahnya.
 
Aku melangkahkan kaki menuju ruang guru untuk menemui pak eko. Belum sampai ditempat, kami bertemu  beliau di halaman depan dan diminta untuk menunggu sejenak.
Absurd, kami menunggu di depan pintu ruang guru. Semua guru melihat dan tersenyum, yang paling terlihat adalah bu har. Guru kimia.
Akhirnya kami masuk untuk berjabat tangan
"hey, apa kabar?" dengan bahagianya bu Har menanyakan itu padaku.
"lho, kok ada anak SMA 1 disini?" dengan penuh canda bu Ira menanyakan pada Lusi.
 
*****
 
Perjalanan ke kantin, bertemu echa, merin, dan anak THP smada lainnya. Bersamaan dengan itu, terlihat seorang pria berjalan menghampiri kami. Dan itu adalah pak heny, guru fisika. Seketika merin menanyakan
"pak, ini lo pak didin. Tadi katanya nyari didin, kok gak kesini?"
obrolan absurd menurutku, karena aku yang memulai.
Usai pak heny, bertemu pak Hafi, guru agama. Lagi-lagi yang ditanyakan adalah
"kalian kok bareng anak sma1 kesininya?" sambutan yang akrab pada kami.
Berpisah dengan mereka, aku dan lusi menuju kantin. Makan. Bertemu alfi, teman satu kelasku di ipa7 yang sekaligus anak dari salah satu penjual di kantin itu. Setelah basa basi, dia langsung bertanya padaku
"cung, kapan kumpul lagi? Anak2 pulang kan?"
"he? Iya, pulang kok. Sek yaa, nanti diatur lagi kalo urusannya udah sama2 selese"
saat kami akan pergi meninggalkan tempat itu, ada 1 dari 3 laki2 yang menyapaku
"lhee..onok mbak didin"
"lhee..onok ujang haha"
haha ujang. Adek kelas yang pintar, rajin, sopan, dan semangat.
"kape ning ndi mbak? Kene sek laa *sambil menarikku kembali lagi ke kantin* "
"opo jang?"
"digoleki faris samean mbak"
menceritakan panjang lebar tentang penghapusan ESQ dari smada.
"ayo beri aku pencerahan mbak"
"he, berasa sesepuh ae aku iki -,-"
 
saat ituu aku jadi teringat, sewaktu takziyah dirumah aries, ada shifa, adek kelas yang menjadi ATS juga. Begitu melihat aku, dia langsung salim dan berkata
"mbaakk, mohon doanya ya mbak ya. Mohon doanya"
aku mengucapkan kata yang sama
'berasa sesepuh ae aku'
obrolan tak hanya berhenti disana, saat aku dan lusi beranjak membeli minum di kopsis, dia tetap mengikuti. Tampaknya dia penasaran dan ingin tau lebih banyak tentang perkuliahan.
"habis ini uan ya, halah. Santai, siapkan hp2 kayak gini *nunjukin hp kecilku* " haha
"aku pengen cepet2 jadi mahasiswa mbak"
"ha? Enak SMA pdahal, wes ta santai sek. Nikmati masa SMA mu, puas2in di SMA. Nanti itu dikuliah wes beda *ngebacot tentang kuliah* "
"tapi mbak, kalo udah kuliah itu rasanya udah menjadi seorang yang berarti, kalo SMA kan, Apa? "
*-__-*
"yawes, nanti sosialisasi diklasku ya mbak, awas smpek gak masuk kelasku. Nanti kalo aku butuh motivasi sms mbak ya"
 
*****
di kopsis bertemu mas yudi. Penjaga fotokopian disana.
"asalamualaikum mas Yud. Selamat siang :D" sapaku dengan semangat
"walaikumsalam, hahhaa tambah ayu ae"
"yo biasalah mas yud, aku wedok -,-"
"yo opo? Sek tetep mbek iku? *mantan maksutnya* "
"woo yo wes gak mas, haha"
kemudian kami membicarakan tentang agama, kelompok2 agama yang ekstrim. Mas yud memberi nasihat, pencerahan, dan pengertian tentang banyak hal.
****
dikampus, ngerjakan tugas bertemu dengan pacarnya lusi.
Saat itu kami kebingungan mencari wi-fi. Sampai akhirnya lusi menyuruh doci (pacarnya) untuk mengambil modem dirumahnya, dengan tegas aku berkata
"jangan. He lapo? Gausah wes, kasian muter2, hujan pisan"
"lebih kasian mana pas kamu jemput aku buat keluar sama doci? Kamu muter dari GM itu din"
"nnngg...bukan aku ae yang nyetir haha"
****
18 Januari 2013 , waktu presentasi di smada pun tiba. Bertemu dengan dita, sinyo, ujang, dan yang pasti guru2 disana. 
Dita, adek yang mengenal dan memanggilku dengan sebutan 'mbak jahat'  : "mbaakk, masuk kelasku ajaa"
Ujang : "ayo mbak ipa6, mak ngono samean?"
Rozaq : "mbak ipa8 ae mbak, sini "
Teguh dan sinyo : menyapa dan memberikan obrolan hangat dikantin.

Saat bertemu Bu Wahyu, aku menutup sebagian wajahku dan berkata
"Hayo bu, siapa sayaaa?"
"arek paling ayu ndek ipa7 sing rambute kriting2" 
"haaha Diah bu"
"iyaa, dulu bu Wahyu seneng ndelok rambutmu"

Pak Fus, terlihat aneh 

****
Cerita tadi menyadarkan aku, hidup itu sangat menentukan. Bagaimana nantinya kita dikenang, bagaimana pentingnya posisimu, kehadiranmu untuk orang lain, dan apa yang pernah kau berikan pada mereka.
Aku. Aku tidak tau mereka memberi 'image' yang bagaimana padaku. Aku adalah aku. Aku tidak pernah menjadi orang lain. Inilah aku apa adanya. Biarkan mereka menilai bagaimana aku :) 
Kamu. kamu adalah kamu. kamu adalah dirimu sendiri. tak perlulah kamu merubah dirimu seperti atau menjadi orang lain. karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. mempunya ciri khas tersendiri. dan itulah yang nantinya akan dikenang oleh orang lain :)


be yourself guys 

Wednesday, 16 January 2013

:')


Untuk pertama kalinya, aku menginjakkan kaki di bandara.
Rabu, 16 Januari 2013 . Ibuk, bapak, tante, dan nenek pergi memenuhi panggilan Allah.

Satu hari sebelum keberangkatan, Tuhan memberi cobaan pada ibuk. Pagi itu ATM ibuk kebobolan, memang tidak banyak uang yang hilang, tapi hati siapa yang tidak teriris jika ini terjadi. Saat itu ibu tak kuasa menahan air mata. Tak banyak bicara, aku langsung browsing tentang cara2 sabotase perbankan. Duplikasi, pelacakan dari internet, dan adanya kerjasama orang dalam. Entah siapa yang melakukan ini semua.
Namun, kami semua yakin Tuhan memberikan cobaan pasti ada hikmahnya. Dan dengan cobaan itu Tuhan menaikkan derajat umatnya.
 
Tidak berhenti disitu, saat budhe menelfon ibuk. Beliau juga tak kuasa menahan air mata, entah apa yang terjadi antara ibuk dan nenek..
Tapi, aku yakin. Ibu adalah sosok wanita hebat yang kuat x')
 
Malam pun tiba. Dengan tugasku yang kurang sedikit lagi, ba'da isya kami harus berangkat. Dipandu doa seorang ustadz dekat rumah yang mengiri keberangkatan kami.. Tanpa persiapan yang matang, aku melangkahkan kaki keluar. Saat itu ibu sempat-sempatnya memberikan sebotol minyak kayu putih padaku. haha ibu sangat mengerti, aku selalu mencari benda itu :')
 
Mbak fitri, orang yang biasa membantu pekerjaan rumah kami akhirnya meneteskan air mata melihat keberangkatan kami :')
 
Lama..
Sudah sangat lama, ibu menginginkan ini. Menunggu keberangkatan ini. Hari ini 16 Januari 2013 semua mimpi itu, semua harapan ibu, dan buah dari kesabaran ibu di jawab oleh Tuhan.


 
waiting room
 
Dengan gagahnya bapak mengenakan baju kokoh putih, yang sudah lama aku tak pernah melihat beliau menggunakan itu. Dengan jubah hitam dan kerudung hitam, ibu terlihaatt ................... :') sempurna.










tante dan nenek pun terlihat sungguh bahagia :')
















Ibu...
Ibu berhasil membawa kami, mendorong kami semua menuju jalan Allah.
Ibu..
Selamat .. dan terimakasih
Usahamu tak ada yang sia-sia ......

 
International Departure :')












































Lemparan tawa bahagia  ..
Lambaian tangan kemenangan Ibu..

Selamat jalan semua..
Selamat datang dirumah Allah, selamat datang di makam Nabi Muhammad, dan selamat berbahagia..



 Juanda, 16 Januari 2013
:')