Hujan.
Menyimpan moment indah di setiap tetesnya.
Kalian.
Entah kalian telah pergi kemana. Mempunyai dunia baru dan telah sibuk dengan dunia itu. Begitu juga dengan aku. Tapi apa salah jika aku merindukan saat bersama kalian? Saat dimana aku, kamu menjadi ababil. Bermusuhan, salah paham, menangis, terluka, sendiri, dan mungkin juga dendam. Ha-ha jika teringat hal itu sungguh bodoh rasanya. Malu, konyol, tidak masuk akal, dan tidak penting. Maaf atas peristiwa yang terdahulu.
Sendiri dan sepi.
Itu yang mengingatkanku atas semua peristiwa menyedihkan di masa lalu, bahkan saat ini. Kemudian aku sadar, akar masalahnya adalah aku. Entah apa yang kalian rasa dan kalian fikir tentang aku. Aku benar-benar meminta maaf atas semuanya. Memang jika bertemu di dunia nyata maupun dunia maya kalian seolah baik-baik saja, tapi aku yakin perasaan "biasa aja" itu tak lagi seperti dulu.tak lagi sama. Maaf. Hanya kata itu yang bisa aku ucapkan. Aku selalu mengirimkan kata itu lewat doa dan mungkin angin telah membawanya.
Tenang saja, aku selalu memaafkan kalian, Karena aku tau kalian tidak bersalah. Namun, jangan salahkan aku jika aku tidak pernah kembali kepada kalian. Jangan salahkan aku jika aku tak pernah hadir kembali saat kalian berkumpul dan aku rasa jangan pernah salahkan diri kalian juga jika aku tak lagi menjadi koordinator kalian.
Maaf aku harus pergi dan melangkah ke lembar baru. Senang bisa mengenal kalian semua. Aku tidak akan melupakan kalian, dan aku yakin suatu saat kita pasti bertemu, entah dalam acara apa (:
No comments:
Post a Comment